Friday, 24 June 2016

Metode Penugasan (Resitasi)

A. Pengertian Metode Penugasan (Resitasi)
Yang dimaksud dengan metode tugas (resitasi) menurut Sayiful Sagala adalah “cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar murid melakukan kegiatan belajar, kemudian harus dipertanggung jawabkannya.” Misalnya tugas ayang dilaksanakan oleh siswa dapat dilakukan dalam kelas, halaman sekolah, perpustakaan, masjid atau dimana saja asalkan tugas tersebut dikerjakan, kemudian tugas tersebut dipertanggung jawabkan kepada guru. Dalam percakapan sehari-hari metode ini dikenal dengan sebutan pekerjaan rumah tetapi sebenarnya metode ini lebih luas dari pada pekerjaan rumah saja, karena dalam metode ini terdiri dari tiga fase antara lain: pertama pendidik memberikan tugas, kedua anak didik melaksanakan tugas belajar, dan ketiga siswa mempertanggung jawabkan apa yang telah dipelajari.
Dengan cara ini diharapkan agar siswa belajar bebas tetapi bertanggung jawab dan murid-murid akan berpengalaman mengetahui berbagai kesulitan dan mengatasi kesulitan ini, karena dengan tugas ini siswa memiliki kesempatan untuk saling membandingkan dengan hasil siswa yang lain. Merangsang anak didik agar lebih giat belajar lagi, memupuk inisiatif bertanggung jawab dan berdiri sendiri, memperkaya kegiatan luar, memperkuat hasil belajar. Selain itu menyadarkan siswa untuk selalu memanfaatkan waktu senggangnya untuk hal-hal yang menunjang belajar dengan mengisi kegiatan-kegiatan yang kurang berguna dan konstruktif.
Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak sementar waktu sedikit. Artinya, banyaknya bahan yang tersedia dengan waktu kurang seimbang. Agar bahan pelajaran selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh kurikulum maka metode ini dapat digunakan. Dalam hal ini tugas dapat diberikan dalam bentuk daftar pertanyaan atau satu perintah membaca suatu bahan pelajaran kemudian didiskusikan di dalam kelas, atau mencari uraian yang belum jelas disebutkan dalam buku pelajaran. Dapat juga tugas secara lisan, mengumpulkan sesuatu, membuat sesuatu dan lain sebagainya. Hanya diharapkan bila guru memberikan tugas kepada siswa, hari berikutnya agar dicek, dikerjakan apa tidak. Kemudian dievaluasi untuk memotvasi siswa agar mengetahui hasil kerja siswa. Tugas dapat berupa perintah kemudian siswa mempelajari bersama secara kelompok atau sendiri, kemuadian mereka disuruh menyusun laporan atau didiskusikan dengan seluruh siswa. Dengan demikian siswa dapat bertanggung jawab dengan tugasnya, selain itu siswa menjadi terhasil untuk mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
B. Fase Memberikan Tugas (Resitasi)
Yakni guru memberikan tugas-tugas yang baik secara perorangan yang diberikan kepada siswa hendaknya mempertimbangkan:

  1. Tujuan yang akan dicapai.
  2. Jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga anak mengerti apa yang ditugaskan tersebut.
  3. Sesuai dengan kemampuan siswa.
  4. Ada petunjuk atau sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa.
  5. Disediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut.

C. Pelaksanaan Tugas (resitasi)

  1. Memberikan atau pengawasan oleh guru. 
  2. Di berikan dorongan sehingga siswa mau bekerja.
  3. Diusahakan atau dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain.
  4. Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang dia peroleh dan sistematis.

D. Fase Mempertanggung Jawabkan Tugas
Hal yang harus dikerjakan dalam fase ini:

  1. Laporan siswa baik lisan maupun tertulis dari apa yang dikerjakan.
  2. Ada tanya jawab atau diskusi kelompok.
  3. Penilaian dari para siswa baik dengan tes maupun non tes atau cara lainnya. Dan fase mempertanggung jawabkan inilah yang disebut dengan resitasi.

Adapun menurut Zakiyyah Darajat Pemberian tugas dapat dilakukan dalam beberapa hal, yaitu:

  1. Murid diberi tugas mempelajari bagian dari suatu buku teks baik secara kelompok maupun secara perorangan. Diberi waktu tertentu untuk mengerjakannya, kemudian murid yang bersangkutan mempertanggungjawabkan.
  2. Murid diberi tugas untuk melaksanakan sesuatu yang tujuannya melatih mereka dalam hal yang bersifat kecakapan mental dan motorik.
  3. Murid diberi tugas untuk mengatasi masalah tertentu atau problem tertentu dengan cara mencoba untuk mengucapkannya. Dengan tujuan agar murid biasa berfikir ilimiah (logis dan sistematis) dalam memecahkan suatu masalah.
  4. Murid diberi tugas untuk melaksanakan proyek dengan tujuan agar murid-murid membiasakan diri untuk brtanggungjawab terhadap penyelesaian suatu masalah, yang telah disediakan dana bagaimana mengolah selanjutnya.

Dalam metode pemberian tugas atau resitasi ini syarat yang harus diketahui oleh pendidik dan siswa yang diberi tugas yaitu:

  1. Tugas yang diberikan harus berkaitan dengan pelajaran yang telah mereka pelajari, sehingga muri disamping sanggup mengerjakannya juga sanggup menghubungkannya dengan pelajaran-pelajaran tertentu.
  2. Guru harus dapat mengukur dan memperkirakan bahwa tugas yang diberikan kepada murid akan dapat dilaksanakannya karena sesuai kesanggupan dan kecerdasan yang dimilikinya.
  3. Guru harus menanamkan kepada murid bahwa tugas yang diberikan kepada mereka akan dikerjakan atas kesadaran sendiri yang ditimbul dari hati sanubarinya.
  4. Jenis tugas diberikan kepada murid harus dimengerti benar-benar sehingga murid tidak ada keraguan dalam melaksanakannya.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Penugasan (Resitasi)
Dalam penggunaan suatu metode pasti ada kelebihan dan kekurangannya, begitu juga dengan metode ini.
1. Kelebihan Metode Tugas (Resitasi)

  • Karena siswa memahami sendiri pengetahuan yang dicari sehingga pengetahuan itu akan tinggal lama dalam ingatan jiwanya.
  • Mengembangkan daya berfikir sendiri, daya inisiatif, tanggung jawab dan melatih berdiri sendiri.
  • Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas individual maupun kelompok.

2. Kekurangan Metode Tugas (Resitasi)

  • Siswa sulit dikontrol, apakah benar ia yang mengerjakan atau hanya meniru pekerjaan temannya.
  • Khusus tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikannya adalah anggota tertentu saja, sedangkan anggota yang lain tidak ikut berpartisipasi dengan baik.
  • Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa. Sering memberikan tugas yang monoton dapat menimbulkan kebosanan siswa.

0 comments:

Post a Comment