Thursday, 5 February 2015

Model Pembelajaran Quantum Learning

A.  Pengertian Quantum Learning 
Quantum ialah interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Quantum Learning ialah pengajaran yang dapat mengubah suasana belajar yang menyenangkan serta mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan bagi orang lain. Quantum Learning merupakan orkestrasi bermacam-macam interaksi yang di dalam dan sekitar momen belajar atau suatu pembelajaran yang mempunyai misi utama untuk mendesain suatu proses belajar yang menyenangkan yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Beberapa teknik yang dikemukakan merupakan teknik meningkatkan kemampuan diri yang sudah populer dan umum digunakan. Namun, Bobbi DePorter mengembangkan teknik-teknik yang sasaran akhirnya ditujukan untuk membantu para siswa menjadi responsif dan bergairah dalam menghadapi tantangan dan perubahan realitas (yang terkait dengan sifat jurnalisme). Quantum learning berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria.  

B.  Prinsip-Prinsip Dalam Quantum Learning 
Quantum Learning Model memiliki lima prinsip atau kebenaran tetap. Prinsip-prinsip ini dianggap sebagai chord dasar dari simfoni belajar seorang guru. Prinsip-prinsip tersebut adalah :  
  1. Segalanya berbicara 
  2. Segalanya bertujuan 
  3. Pengalaman sebelum pemberian nama 
  4. Akui setiap usaha 
  5. Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan. 
C.  Karakteristik Quantum Learning 
  1. Pembelajaran quantum berpangkal pada psikologi kognitif, bukan fisika quantum
  2. Dalam quantum lebih memanusiawi individu menjadi pusat perhatiannya potensi diri, kemampuan berfikir, motivasi dan sebagainya diyakini dapat berkembang secara maksimal 
  3. Pembelajaran quantum lebih bersifat konstruktif namun juga menekan pentingnya lingkungan pembelajaran yang efektif dan optimal. 
  4. Pembelajaran quantum mensinergikan faktor potensi individu dengan lingkungan fisik dan psikis dalam konteks pemelajaran. 
  5. Pembelajaran quantum memusatakan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekedar transaksi makna. 
  6. Pembelajaran quantum sangat menekankan pada akselerasi pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi. 
  7. Pembelajaran quantum sangat menekankan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran,  bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat-buat. 
  8. Pembelajaran quantum sangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses 
  9. Pembelajaran quantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi. 
  10. Pembelajaran quantummemusatkan perhatian pada pembentukan keteramplan akademis, keteramplan hidup, dan prestasi fisikal atau material. 
  11. Pembelajaran quantum menepatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran. 
  12. Pembelajaran quantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban 
  13. Pembelajaran quantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran. 
D.  Paradigma Belajar Model Quantum Learning
Dalam belajar model Quantum Learning agar dapat berjalan dengan benar ini paradigma yang harus dianut oleh siswa dan guru adalah sebagai berikut : 
  1. Setiap orang adalah guru dan sekaligus murid sehingga bisa saling berfungsi sebagai fasilitator
  2. Bagi kebanyakan orang belajar akan sangat efektif jika dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, lingkungan dan suasana yang tidak terlalu formal, penataan duduk setengah melingkar tanpa meja, penataan sinar atau cahaya yang baik sehingga peserta merasa santai dan relak. 
  3. Setiap orang mempunyai gaya belajar, bekerja dan berpikir yang unik dan berbeda yang merupakan pembawaan alamiah sehingga kita tidak perlu merubahnya dengan demikian perasaan nyaman dan positif akan terbentuk dalam menerima informasi atau materi yang diberikan oleh fasilitator. 
  4. Modul pelajaran tidak harus rumit tapi harus dapat disajikan dalam bentuk sederhana dan lebih banyak kesuatu kasus nyata atau aplikasi langsung. 
  5. Dalam menyerap dan mengolah informasi otak menguraikan dalam bentuk simbol atau asosiatip sehingga materi akan lebih mudah dicerna bila lebih banyak disajikan dalarn bentuk gambar, diagram, flow atau simbol. 
  6. Kunci menuju kesuksesan model quantum learning adalah latar belakang(background) musik klasik atau instrumental yang telah terbukti memberikan pengaruh positip dalarn proses pembelajaran. Musik klasik dari Mozart, bach, Bethoven, dan Vivaldi dapat meningkatkan kemampuan mengingat, mengurangi stress, meredakan ketegangan, meingkatkan energi dan membesarkan daya ingat. Musik menjadikan orang lebih cerdas (Jeannete Vos) 
  7. Penggunaan Warna dalam model quantum learning dapat meningkatkan daya tangkap dan ingat sebanyak 78% 
  8. Metoda peran dimana peserta berperan lebih aktif dalam membahas materi sesuai dengan pengalamannya melalui pendekatan terbalik yaitu membuat belajar serupa bekerja (pembelajaran orang dewasa) 
  9. Sistim penilaian yang disarankan untuk abad 21 dalam pembelajaran adalah 50% penilaian diri sendiri, 30% penilaian teman, 20% penilaian trainer atau atasan (Jeannette Vos) 
  10. Umpan balik yang positif akan mampu memotivasi anak untuk berprestasi namun umpan balik negative akan membuat anak menjadi frustasi.
E.  Langkah-Langkah Proses Pembelajaran Quantum Learning
Berdasarkan karakteristik, prinsip-prinsip dan paradigma Quantum Learning, maka proses pembelajaran dilaksanakan dengan langka-langkah :
Pertama, ciptakan suasana yang menggairagkan 
  1. Perhatikan emosi peserta didik 
  2. Ciptakan jembatan rasa 
  3. Rayakan setiap keberhasilan
Kedua, tentukan landasan yang kukuh serta tujuan yang ingin dicapai
Ketiga,  ciptakan lingkungan yang kondusif
  1. Perhatian lingkungan sekeliling 
  2. Pergunakan media pembelajaran 
  3. Perhatian pengaturan bangku di dalam kelas 
  4. Perhatian unsur organik lain 
  5. Berikan ruangan dengan wewangian 
  6. Pergunakan musik
Keempat, komunikasi materi pembelajaran secara komunikatif 

  1. Munculkan kesan 
  2. Fokus 
  3. Inklusif 
  4. Spesifik 
  5. Komunikasi non verbal

0 comments:

Post a Comment